June 20th 2009 was Jodie's 1st birthday. It was a 'wow' for us, the parents and the whole family.
Masya Allah. Ga trasa udah setahun berlalu semenjak hari di mana Jo dilahirkan.
My little adorable angel is now 1 year old! hahaha.. mungkin terdengar lebay, tp ya begitu deh, emang rasanya sangat wow buat aku sbg ibunya. Rasanya baru kemaren itu anak ada dalam perutku. Masih terbayang bagaimana dia menendang-nendang perutku dari dalam dengan kaki mungilnya. Masih terngiang tangis pertamanya saat dia hadir di dunia.
What a wonderful feeling... How lucky I was to experience those beautiful moments..
Anyway, sebagai rasa syukur kami akan nikmat kesehatan dan semua kebahagiaan yang dianugerahkan kepada kami atas hadirnya Jodie di keluarga kami, kami mengadakan sedikit syukuran. Bukan pesta ulang tahun, cuma syukuran.
Jadi kami dari jauh hari sudah menyiapkan goodie bag berisi bermacam-macam snack untuk dibagikan kepada anak-anak kecil tetangga kami. Iya, cuma untuk anak kecil, karena yang ultah juga kan masih baby..
Ada 70 goodie bag yang kami bagikan.
Kami tidak mengundang anak-anak itu untuk datang ke pesta ultah Jo, karena kami tidak mau terlalu repot menyiapkannya, dan tentunya budget juga akan sangat membengkak jika kami adakan pesta. Ada beberapa orang yang menyarankan kami untuk mengadakan pesta saja supaya Jo dapet kado tp kami menolak. Biarkan saja, niat kami toh untuk syukuran ajah, bukan cari kado. Kalo emang rejeki, pasti ada saja kado yang dateng buat Jodie, dan itu terbukti. Pagi ini, barusan saja ada salah satu teman kantor yang inform via YM bahwa dia dah kirim kado buat Jodie. Tadinya aku kira dia kirim kado virtual saja via FB, tp ternyata kado beneran yang dia kirim. Hahaha.. thanks banget to Ci Mey!
Akhirnya hari sabtu kemaren kami minta bantuan salah satu tetangga kami untuk pergi membagikan goodie bag tersebut untuk anak-anak tetangga kami sesuai list yang kami berikan.
Aku yakin anak-anak itu pasti seneng dikasih kue, dan para ibu mereka jg pasti seneng karena ga perlu kasih uang jajan sementara waktu buat anak-anak mereka. hehehe..
Ya walaupun sedikit, tp kami cukup senang bisa berbagi sedikit kebahagiaan dengan mereka.
Happy birthday ya, nak. Semoga kamu tumbuh sehat, jadi anak pinter dan soleh, berbakti sama orang tua dan bisa membuat bangga kami sbg orang tua. Semoga Allah selalu menjaga langkahmu di dunia. Doa kami selalu bersamamu, nak. Love u, son..
dengarkan kawan celoteh kecilku ini, mungkin tak berarti bagimu, tapi tak mengapa. tak peduli kau suka atau benci, ku kan terus berceloteh tanpa henti. tak peduli jika tiada yang mendengar. ku hanya peduli pada jiwaku yang ingin berbagi cerita, kepada dunia.. read it if you care, leave it if you dare.. :D
Senin, 22 Juni 2009
Jumat, 12 Juni 2009
Udang Goreng Mentega Ala Chef Lili :D
Tiga hari yang lalu sepulang kerja aku mampir ke Gramedia Jameson untuk hunting buku. Tak sengaja aku lihat buku resep masakan nusantara yg ditulis the famous ibu Siska Suwitomo. Terus aku bolak-balik sebentar untuk mencari ide masakan apa yang kira-kira gampang dimasak. Dan aku menemukan menu yang bagiku oke karena sepertinya gampang, murah dan pastinya lezat. "Worth a try" pikirku. Akhirnya sepulang dari Gramedia aku mampir ke Superindo yang ada satu lantai di bawah Gramedia dan belanja kebutuhan untuk masak esok hari (soalnya pulang telat, jadi kalo masak hr itu juga udah kecapekan dan kelamaan, mending beli mateng aja).
Resep yang aku mau coba praktekin adalah Udang Goreng Mentega.
Sounds great, huh?? Dari namanya, bukan berarti udangnya cm digoreng pake mentega begitu aja terus udahan.. bukan.. sama sekali bukan begitu..
Sebenernya lumayan banyak printilannya.
Aku coba googling untuk liat resep udang goreng mentega karena aku lupa-lupa inget sm resep yang aku baca di Gramedia (aku ga beli bukunya, mahal :P).
Resepnya ternyata beda2, bikin binun.. tapi intinya sih sama.
Akhirnya sih aku putuskan untuk pake kreasi sendiri sambil harap2 cemas. Hihihi..
...dan setelah berkutat dengan udang goreng setengah mateng yang sudah dibelah punggungnya, beserta tumisan bawang bombay dan bawang putih, dengan ditemani 3 jenis kecap; kecap manis, kecap asin, dan kecap inggris, serta 3 sendok mentega, sedikit lada bubuk dan secuil garam, dan tak lupa seember cinta di dada (biar masakannya enak, jd masaknya pake cinta), akhirnya jadilah semangkuk masakan istimewa nan lezat persembahan Chef Lili yang berjudul "Udang Goreng Mentega bumbu Cinta" huahahahhahhaha...
Buat menemani makan udang ini, aku juga masak cah Kangkung Tauco yang tak kalah yummie..
Bangga dan haru menyeruak di dada karena satu misi terlaksana... (hahahhahaha.. lebayyyyyyyyy)
Kesannya hebat bgt deh.. krn biasanya kan kalo masak udang paling banter digoreng biasa atau goreng tepung doang. Nah ini.. judulnya aja hebat.. udang goreng mentega... hahahaha...
Eh, btw, bukan cuma aku sih yg bilang kalo masakanku tadi itu enak, tp suamiku juga setuju bahwa masakan udang dan kangkungku itu enak, mirip yg di warung sifud. hihihihi... semoga dia beneran ngomong begitu, kalo gak nti rasain akibatnya.. hahaha..
Aku bertekad untuk lebih rajin lagi cobain masak makanan yang kira2 gampang dan lezat.
Memasak itu menyenangkan (kalo moodnya lagi dapet :P).
Dan kalo masakan kita enak, suami pasti tambah sayang... hehehe...
Semoga sukses buat aku! hahaha...
Resep yang aku mau coba praktekin adalah Udang Goreng Mentega.
Sounds great, huh?? Dari namanya, bukan berarti udangnya cm digoreng pake mentega begitu aja terus udahan.. bukan.. sama sekali bukan begitu..
Sebenernya lumayan banyak printilannya.
Aku coba googling untuk liat resep udang goreng mentega karena aku lupa-lupa inget sm resep yang aku baca di Gramedia (aku ga beli bukunya, mahal :P).
Resepnya ternyata beda2, bikin binun.. tapi intinya sih sama.
Akhirnya sih aku putuskan untuk pake kreasi sendiri sambil harap2 cemas. Hihihi..
...dan setelah berkutat dengan udang goreng setengah mateng yang sudah dibelah punggungnya, beserta tumisan bawang bombay dan bawang putih, dengan ditemani 3 jenis kecap; kecap manis, kecap asin, dan kecap inggris, serta 3 sendok mentega, sedikit lada bubuk dan secuil garam, dan tak lupa seember cinta di dada (biar masakannya enak, jd masaknya pake cinta), akhirnya jadilah semangkuk masakan istimewa nan lezat persembahan Chef Lili yang berjudul "Udang Goreng Mentega bumbu Cinta" huahahahhahhaha...
Buat menemani makan udang ini, aku juga masak cah Kangkung Tauco yang tak kalah yummie..
Bangga dan haru menyeruak di dada karena satu misi terlaksana... (hahahhahaha.. lebayyyyyyyyy)
Kesannya hebat bgt deh.. krn biasanya kan kalo masak udang paling banter digoreng biasa atau goreng tepung doang. Nah ini.. judulnya aja hebat.. udang goreng mentega... hahahaha...
Eh, btw, bukan cuma aku sih yg bilang kalo masakanku tadi itu enak, tp suamiku juga setuju bahwa masakan udang dan kangkungku itu enak, mirip yg di warung sifud. hihihihi... semoga dia beneran ngomong begitu, kalo gak nti rasain akibatnya.. hahaha..
Aku bertekad untuk lebih rajin lagi cobain masak makanan yang kira2 gampang dan lezat.
Memasak itu menyenangkan (kalo moodnya lagi dapet :P).
Dan kalo masakan kita enak, suami pasti tambah sayang... hehehe...
Semoga sukses buat aku! hahaha...
Selasa, 21 April 2009
Imuninasi IPD
Semalem kami pergi ke klinik mengatar Jodie untuk imunisasi IPD. Tepat di umur Jodie yang ke-10 bulan. hehehe.. udah gede yah.. ga kerasa..
Tiga hari sebelumnya kami (actually it was only me who called them) harus bikin appointment dulu untuk booking vaksin dan dokter anak juga.
Imunisasi IPD itu emang belom populer seperti imunisasi lain yg diwajibkan pemerintah. Bisa dibilang itu cuma optional ajah. Kalo mau ya silakan, nggak juga silakan, asal tanggung sendiri kalo ada apa2.
Walopun namanya optional, tapi tetep aja sifatnya penting bgt buat para balita untuk dapetin vaksinasi ini. Emang sih harganya muahal buangeddhh.. Makanya parents yang ga mampu untuk bayar vaksinasi IPD jadinya membiarkan anaknya untuk tetap tidak terjamah vaksin IPD tsb (mungkin sambil berdoa semoga anaknya baik-baik aja).
Minggu lalu waktu booking vaksin di klinik, si suster di sana bolak-balik telepon aku untuk konfirmasi tentang jadi/tidaknya aku ke sana. Karena vaksin di klinik itu tidak ready stock, dan mereka harus beli dulu di tempat lain. FYI, tidak ready stock ditengarai karena harganya yang muahal (buat orang biasa kayak aku), jadi klinik tsb hanya melayani upon request ajah.
Singkat cerita kami akhirnya harus mengeluarkan duit Rp. 1.120.000,- (satu juta seratus dua puluh ribu rupiah) untuk biaya imunisasi IPD. Biaya tsb utk membayar biaya vaksin seharga Rp.975 ribu dan sisanya untuk biaya dokter dan administrasi. Mahal yahhh??? Emberrrr...
Tadinya kirain HIB doang yg mahal (Rp. 300 rb), eh ternyata masih ada lagi yg jauh lebih mahal. Pfffhhhh.... Demi anak, apapun dijabanin deh.. Menurut dokter anak langganan kami, Jodie harus balik lagi 2 kali lagi untuk dapetin imunisasi yang sama.
Kalo belom tau soal imunisasi IPD, berikut ini info penting seputar imunisasi tsb yang diambil dari Pikiran Rakyat Online, Sabtu, 13 Desember 2008 .
Vaksinasi IPD (Invasive Pneumococcal Disease) pada balita bisa menurunkan tingkat prevalensi sebanyak 95%. Demikian diungkapkan oleh dokter Spesialis Anak Ariantana, dalam diskusi mengenai "Ibu dan Anak Sehat Bersama Santosa Kids Club" di RS Internasional Santosa Bandung, Sabtu (13/12).
IPD adalah vaksin untuk mencegah bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). Beberapa penyakit yang termasuk dalam golongan ini adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), infeksi darah (bakteremia), dan sepsis (kelanjutan infeksi darah yang mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh).
"Efek samping penderita yang sudah terkena bakteri ini hanya 2, yaitu kasus meninggal atau sembuh dengan gejala sisa," kata Ariantana. Gejala sisa tersebut seperti terhambatnya kecerdasan anak.
Untuk itu, balita sebaiknya diberikan vaksinasi penuh IPD sebanyak 3 kali, yaitu ketika berusia 2, 4, dan 6 bulan. "Dengan pemberian sebanyak 3 kali, vaksin ini bisa bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan dan menciptakan memori pada sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan terhindar dari serangan bakteri ini di kemudian hari," kata Ariantana.
Menurut Ariantana, tingkat kemungkinan anak-anak terjangkit bakteri ini adalah 30%. Sedangkan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 700.000 hingga 1 juta anak meninggal dunia tiap tahunnya karena IPD, terutama di negara-negara berkembang.
"Di Indonesia saja, ada 6 juta orang yang meninggal karena penyakit IPD setiap tahunnya," kata Ariantana. Sedangkan berdasarkan survei Departemen Kesehatan 2001 menyebutkan, pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia, dengan persentase mencapai 23 persen.
Kamis, 02 April 2009
Investasi di mana?
Duh, binun deh akhir-akhir ini. Semenjak sering dengerin Financial Clinic nya Ligwina Hananto di HRFM dan baca blognya Wina juga tentang investasi, hati dan pikiranku mulai gundah gulana. (huhhhhh... lebay bgt dehhhh bahasanya...)
It's all about investment. Where should I put my money to make it grow faster for future life?
Kata Wina semua tergantung tujuan lo apa.
Waktu masih single dan happy (dudi.. dudidam..) aku udah mulai nabung untuk dana pensiunku sendiri. Mengingat aku bukan PNS yang gajinya udah dipotongin sama pemerintah untuk dana pensiun dan kemudian dapet jatah pensiun yang suangat minim (baca: ga cukup buat hidup enak) di masa tua, jadi aku bikin plan sendiri untuk dana pensiunku nanti.
Kebetulan saat itu aku nemuin jenis investasi unitlink dari asuransi P. Saat itu aku mantabbb sekali untuk invest di unitlink dan sangat pede dengan masa tuaku nanti yang Insya Allah akan tetap berkecukupan. Tapi rupanya ide itu terdistorsi dengan adanya ide lain yaitu: reksadana.
Kalo aku itung pake financial calculator di webnya QM, dengan perhitungan dana bulanan yang aku habiskan untuk biaya hidupku sendiri (inget, aku sendiri, tanpa suami dan anak lo yah!) ternyata dana yang aku butuhkan untuk pensiun di usia 55 nanti adalah sekitar 5M!
Iya bener, 5M - M for Milyar (billion) yah, bukan million (juta).
Kaget, sure, if you don't know how it works. Aku juga ga tau pastinya gmn sih cara itungnya, cuma yang aku tau jumlah segitu adalah juga memperhitungkan inflasi dari tahun ke tahun.
Karena adanya inflasi. nilai sekarang akan jauh lebih sedikit dibanding sekian tahun yg akan datang. Kalo ga pinter ngatur dan ngolah duit, bisa-bisa kita menderita di hari tua.
Kata Ligwina lagi, seberapa gede gaji lo ga penting, yang penting adalah berapa sisanya yang bisa lo tabungin atau investasiin untuk masa depan. Hmmm.. she's got the point.
Dan mulailah aku browsing untuk cari tau tentang investment.
Reksadana adalah ide yang ditanamkan Wina ke dalam otakku. Sounds cool, huh? Dengan return yang lebih gede dari menabung secara konvensional di bank dan tentunya juga disertai dengan resiko yang lebih gede juga. Sempat sangat bersemangat untuk langsung invest di reksadana, tapi kemudian ide lain muncul meracuni otakku. Ide tentang unitlink. Ouchhh..
Kok harus balik lagi ke unitlink. Kalo Ligwina denger pasti aku habis deh dicengin sama dia karena masih tetep aja mikirin unitlink. I know it's a big NO for her. It really againts the ideas that she's been promoting since years ago.
Kenapa aku masih mikirin ide tentang unitlink, well, it's simply because I'm thinking about the future of my little angel, Jodie.
Unitlink menawarkan security untuk my baby seandainya kelak di tengah jalan si emak dan bapaknya ini kenapa-napa. Kita kan gak tau apa yang akan terjadi nanti, jadi sedia payung sebelum hujan, itu tujuannya.
Tapi reksadana juga menawarkan sesuatu yang lebih besar, walopun dengan resiko yang juga lebih besar. Tapi resiko itu ga akan terasa kalo tujuan investasi kita adalah untuk jangka panjang.
Ah benar-benar sesuatu yang harus aku pikirin masak-masak sebelum bertindak.
Musti rajin cari tau lebih banyak biar pinter.
Semoga aku bisa memutuskan yang terbaik untuk masa depan kami.
*still a lil' bit bingung"
It's all about investment. Where should I put my money to make it grow faster for future life?
Kata Wina semua tergantung tujuan lo apa.
Waktu masih single dan happy (dudi.. dudidam..) aku udah mulai nabung untuk dana pensiunku sendiri. Mengingat aku bukan PNS yang gajinya udah dipotongin sama pemerintah untuk dana pensiun dan kemudian dapet jatah pensiun yang suangat minim (baca: ga cukup buat hidup enak) di masa tua, jadi aku bikin plan sendiri untuk dana pensiunku nanti.
Kebetulan saat itu aku nemuin jenis investasi unitlink dari asuransi P. Saat itu aku mantabbb sekali untuk invest di unitlink dan sangat pede dengan masa tuaku nanti yang Insya Allah akan tetap berkecukupan. Tapi rupanya ide itu terdistorsi dengan adanya ide lain yaitu: reksadana.
Kalo aku itung pake financial calculator di webnya QM, dengan perhitungan dana bulanan yang aku habiskan untuk biaya hidupku sendiri (inget, aku sendiri, tanpa suami dan anak lo yah!) ternyata dana yang aku butuhkan untuk pensiun di usia 55 nanti adalah sekitar 5M!
Iya bener, 5M - M for Milyar (billion) yah, bukan million (juta).
Kaget, sure, if you don't know how it works. Aku juga ga tau pastinya gmn sih cara itungnya, cuma yang aku tau jumlah segitu adalah juga memperhitungkan inflasi dari tahun ke tahun.
Karena adanya inflasi. nilai sekarang akan jauh lebih sedikit dibanding sekian tahun yg akan datang. Kalo ga pinter ngatur dan ngolah duit, bisa-bisa kita menderita di hari tua.
Kata Ligwina lagi, seberapa gede gaji lo ga penting, yang penting adalah berapa sisanya yang bisa lo tabungin atau investasiin untuk masa depan. Hmmm.. she's got the point.
Dan mulailah aku browsing untuk cari tau tentang investment.
Reksadana adalah ide yang ditanamkan Wina ke dalam otakku. Sounds cool, huh? Dengan return yang lebih gede dari menabung secara konvensional di bank dan tentunya juga disertai dengan resiko yang lebih gede juga. Sempat sangat bersemangat untuk langsung invest di reksadana, tapi kemudian ide lain muncul meracuni otakku. Ide tentang unitlink. Ouchhh..
Kok harus balik lagi ke unitlink. Kalo Ligwina denger pasti aku habis deh dicengin sama dia karena masih tetep aja mikirin unitlink. I know it's a big NO for her. It really againts the ideas that she's been promoting since years ago.
Kenapa aku masih mikirin ide tentang unitlink, well, it's simply because I'm thinking about the future of my little angel, Jodie.
Unitlink menawarkan security untuk my baby seandainya kelak di tengah jalan si emak dan bapaknya ini kenapa-napa. Kita kan gak tau apa yang akan terjadi nanti, jadi sedia payung sebelum hujan, itu tujuannya.
Tapi reksadana juga menawarkan sesuatu yang lebih besar, walopun dengan resiko yang juga lebih besar. Tapi resiko itu ga akan terasa kalo tujuan investasi kita adalah untuk jangka panjang.
Ah benar-benar sesuatu yang harus aku pikirin masak-masak sebelum bertindak.
Musti rajin cari tau lebih banyak biar pinter.
Semoga aku bisa memutuskan yang terbaik untuk masa depan kami.
*still a lil' bit bingung"
Rabu, 25 Maret 2009
Kisah Bambang dan Siti
Malam itu, seorang sahabat lama menelpon setelah sekian lama tidak berjumpa atau saling menelpon. Siti (bukan nama sebenarnya-red.) menceritakan kabarnya sekarang yang ternyata tidak baik-baik saja.
Lili: "..maksud lo.. lo dah CERAI, Ti?" setengah tak percaya aku mendengar kabar itu. Terkejut, itu pasti.
Lili: "Lo ga becanda kan, Ti? Lo gak lagi ngerjain gw kan? Ini bukan April Mop kan?" aku masih saja tak percaya.
Siti: "Lili, gw gak becanda untuk urusan penting begini. Gw serius, gw dah cerai dari Bambang (juga bukan nama sebenarnya-red.) Kejadiannya udah setahun yang lalu. "
Lili: "Whatttt?? OMG... so sorry to hear that.."
Bambang dan Siti (nama mereka sengaja disamarkan, demi kepentingan umat, hehehe..) adalah teman-temanku.
Kalo diliat sih, mereka itu pasangan yang ideal, yang bisa bikin iri siapa saja. Kaya, rupawan, taat beribadah, baik hati. A perfect couple deh pokoknya. Setelah sekian lama menikah, mereka belom juga dikaruniai anak.
Sangat mengherankan mendengar penyebab bercerainya Bambang dan Siti.
"Dia (Bambang maksudnya) berubah banget, Li" Siti bercerita.
"Dia berubah setelah join jadi agen sebuah asuransi besar dan kenal sama wanita itu."
"Cara pendekatan wanita itu beda, berlebihan, menabrak batas etika. Padahal dia tau bahwa Bambang sudah menikah. Gw dah beberapa kali kasih warning ke dia, but he just didn't listen."
"Sampai akhirnya gw nge-gap-in mereka berdua. Dan akhirnya gw mutusin untuk cerai aja dari dia. Gila deh Li rasanya, sakit bgt. Gila, gw cinta banget sama dia!"
"Yes, Ti, gw tau gimana rasanya. I've been there, you know. So I know how it feels to be betrayed by someone that we love so much." kataku.
Sulit rasanya percaya Siti dan Bambang benar-benar sudah bercerai. Gila! Beneran susah dipercaya. Apalagi untuk percaya bahwa Bambang yang aku kenal alim, baik, dan sangat Islami itu sudah betul-betul berubah 180 derajat dan menjadi seseorang yang completely not him.
Atau jangan-jangan memang itu kepribadian dia yang sebenernya? Yang selama ini tertimbun jauh di bawah alam sadarya dan sekarang muncul ke permukaan? Well, who knows? Nothing is impossible in this world, right? Besides, I don't know him that much anyway.
Setelah semua usaha dicoba untuk menjaga keutuhan rumahtangganya, termasuk meminta saran dan nasehat beberapa guru spiritual, keluarga, dan teman-teman terdekatnya, dan juga tak lupa minta petunjuk dari Allah lewat solat Istikharah, akhirnya Siti, mantap untuk memutuskan bercerai dari Bambang.
"Aku udah ikhlas Li. Biarlah kalo emang itu yang harus terjadi, terjadilah. Mungkin ini yang terbaik."
"Sori ya Li gw baru cerita sekarang. Kalo gw cerita waktu itu, pasti gw ga akan bisa cerita ke elo karena gw pasti hanya akan mewek terus. sekarang sih gw dah bisa ketawa-ketawa..hahaha.." Siti mengakhiri ceritanya.
It reminds me of my own love story years ago, before I met and married my wonderful hubby.
Gila emang rasanya, dikadalin sama orang yang udah kita percaya, kita cintai setengah mati. Setengah gak percaya juga denger cerita miring tentang dia yang banyak terungkap after the hu-ha. He's completely a different guy I've ever known. Not the one that I've known for years. And it makes me think whether IT IS his real personality and I was just too blind to see. Gila.. gila..
Jadi kalo liat si Bambang itu berubah jd orang dengan kepribadian yang berbeda, mungkin itu gak terlalu mengherankan buat aku (walopun sebenernya aku masih ga percaya). *sigh*
God wants us to meet Mr. Wrong before we finally meet Mr. Right. Well, ini bukan teori aj lo ya.. udah kebukti kok..
Anyway, I thanked God for making that jerk away from my life and putting a wonderful man called 'my hubby' by my side to make my day. Semua pasti ada hikmahnya...
Buat Siti, be tough, girl! I know you can make it.
Still I need to see you and talk about it more deeply. Hehehe..
*everything happens for a reason*
Lili: "..maksud lo.. lo dah CERAI, Ti?" setengah tak percaya aku mendengar kabar itu. Terkejut, itu pasti.
Lili: "Lo ga becanda kan, Ti? Lo gak lagi ngerjain gw kan? Ini bukan April Mop kan?" aku masih saja tak percaya.
Siti: "Lili, gw gak becanda untuk urusan penting begini. Gw serius, gw dah cerai dari Bambang (juga bukan nama sebenarnya-red.) Kejadiannya udah setahun yang lalu. "
Lili: "Whatttt?? OMG... so sorry to hear that.."
Bambang dan Siti (nama mereka sengaja disamarkan, demi kepentingan umat, hehehe..) adalah teman-temanku.
Kalo diliat sih, mereka itu pasangan yang ideal, yang bisa bikin iri siapa saja. Kaya, rupawan, taat beribadah, baik hati. A perfect couple deh pokoknya. Setelah sekian lama menikah, mereka belom juga dikaruniai anak.
Sangat mengherankan mendengar penyebab bercerainya Bambang dan Siti.
"Dia (Bambang maksudnya) berubah banget, Li" Siti bercerita.
"Dia berubah setelah join jadi agen sebuah asuransi besar dan kenal sama wanita itu."
"Cara pendekatan wanita itu beda, berlebihan, menabrak batas etika. Padahal dia tau bahwa Bambang sudah menikah. Gw dah beberapa kali kasih warning ke dia, but he just didn't listen."
"Sampai akhirnya gw nge-gap-in mereka berdua. Dan akhirnya gw mutusin untuk cerai aja dari dia. Gila deh Li rasanya, sakit bgt. Gila, gw cinta banget sama dia!"
"Yes, Ti, gw tau gimana rasanya. I've been there, you know. So I know how it feels to be betrayed by someone that we love so much." kataku.
Sulit rasanya percaya Siti dan Bambang benar-benar sudah bercerai. Gila! Beneran susah dipercaya. Apalagi untuk percaya bahwa Bambang yang aku kenal alim, baik, dan sangat Islami itu sudah betul-betul berubah 180 derajat dan menjadi seseorang yang completely not him.
Atau jangan-jangan memang itu kepribadian dia yang sebenernya? Yang selama ini tertimbun jauh di bawah alam sadarya dan sekarang muncul ke permukaan? Well, who knows? Nothing is impossible in this world, right? Besides, I don't know him that much anyway.
Setelah semua usaha dicoba untuk menjaga keutuhan rumahtangganya, termasuk meminta saran dan nasehat beberapa guru spiritual, keluarga, dan teman-teman terdekatnya, dan juga tak lupa minta petunjuk dari Allah lewat solat Istikharah, akhirnya Siti, mantap untuk memutuskan bercerai dari Bambang.
"Aku udah ikhlas Li. Biarlah kalo emang itu yang harus terjadi, terjadilah. Mungkin ini yang terbaik."
"Sori ya Li gw baru cerita sekarang. Kalo gw cerita waktu itu, pasti gw ga akan bisa cerita ke elo karena gw pasti hanya akan mewek terus. sekarang sih gw dah bisa ketawa-ketawa..hahaha.." Siti mengakhiri ceritanya.
It reminds me of my own love story years ago, before I met and married my wonderful hubby.
Gila emang rasanya, dikadalin sama orang yang udah kita percaya, kita cintai setengah mati. Setengah gak percaya juga denger cerita miring tentang dia yang banyak terungkap after the hu-ha. He's completely a different guy I've ever known. Not the one that I've known for years. And it makes me think whether IT IS his real personality and I was just too blind to see. Gila.. gila..
Jadi kalo liat si Bambang itu berubah jd orang dengan kepribadian yang berbeda, mungkin itu gak terlalu mengherankan buat aku (walopun sebenernya aku masih ga percaya). *sigh*
God wants us to meet Mr. Wrong before we finally meet Mr. Right. Well, ini bukan teori aj lo ya.. udah kebukti kok..
Anyway, I thanked God for making that jerk away from my life and putting a wonderful man called 'my hubby' by my side to make my day. Semua pasti ada hikmahnya...
Buat Siti, be tough, girl! I know you can make it.
Still I need to see you and talk about it more deeply. Hehehe..
*everything happens for a reason*
Kamis, 19 Maret 2009
Full time mom - a wise choice
Jumat minggu lalu adalah hari terakhir ngantor buat salah satu teman kantor kami. Dia Fifin, a new mom of a 4 months old baby girl called Zoe. Alasan dia resign karena repot mengurus baby dan tidak tega meninggalkannya hanya dengan baby sitter yang kurang berpengalaman. Itu sebabnya dia memutuskan resign dan menjadi full time mom sambil bekerja di rumah membantu usaha suami. What a wise decision!
Aku sendiri, sebagai seorang new mom of 9 months old adorable baby boy, bisa banget ngerti perasaan Fifin. Gak mudah bagi seorang ibu untuk tega ninggalin anaknya yang masih baby untuk bekerja, walopun dia kerja demi masa depan anaknya juga. Perlu ibu yang berhati tabah untuk bisa melakukannya. (haha.. lebay deh..) Kalo bisa memilih, pengen bgt bisa jadi full time mom tapi tetep punya pendapatan tetap seperti sekarang .. hahaha... nanti deh, kalo punya perusahaan sendiri ... *dreaming out loud* hehehe...
Beberapa teman sudah mengundurkan diri dengan alasan yang sama. Ada Vero, Eka, dan sekarang Fifin. Who's next? I don't know.
Kalau aku sendiri, pengennya sih masih bisa tetep kerja, demi masa depan anakku juga, supaya dia bisa sekolah di tempat yang lumayan dengan harga yang sangat terjangkau. DAn lagi, di mana lagi aku bs internetan gratis kalo ga d kantor. wakakakkaaka... ketahuan deh... :P
Itu namanya azas manfaat...qkqkqkqkqk....
Anyway, selamat menjalani hidup baru sbg full time mom buat Fifin, wish u all the best!
Aku sendiri, sebagai seorang new mom of 9 months old adorable baby boy, bisa banget ngerti perasaan Fifin. Gak mudah bagi seorang ibu untuk tega ninggalin anaknya yang masih baby untuk bekerja, walopun dia kerja demi masa depan anaknya juga. Perlu ibu yang berhati tabah untuk bisa melakukannya. (haha.. lebay deh..) Kalo bisa memilih, pengen bgt bisa jadi full time mom tapi tetep punya pendapatan tetap seperti sekarang .. hahaha... nanti deh, kalo punya perusahaan sendiri ... *dreaming out loud* hehehe...
Beberapa teman sudah mengundurkan diri dengan alasan yang sama. Ada Vero, Eka, dan sekarang Fifin. Who's next? I don't know.
Kalau aku sendiri, pengennya sih masih bisa tetep kerja, demi masa depan anakku juga, supaya dia bisa sekolah di tempat yang lumayan dengan harga yang sangat terjangkau. DAn lagi, di mana lagi aku bs internetan gratis kalo ga d kantor. wakakakkaaka... ketahuan deh... :P
Itu namanya azas manfaat...qkqkqkqkqk....
Anyway, selamat menjalani hidup baru sbg full time mom buat Fifin, wish u all the best!
Langganan:
Postingan (Atom)