Rabu, 06 Juli 2011

I finally met him :-)


Do you know Ari Wibowo? Kalo saya tanya begini sama bule, mungkin mereka pada bengong kebingungan. Emang siapa dia? Tapi kalo saya tanya sama sesama orang Indonesia, sebagian besar pasti tau dong siapa dia. Hehehe..
Si ganteng Ari Wibowo ini sudah lama sekali saya gemari. Saya suka dia karena dia ganteng dan berkesan nice & gentleman. Saya tidak terlalu ingat sejak kapan saya suka ArWi, mungkin semenjak saya kuliah. Dalam setiap celotehan dan banyolan saya, saya seringkali melontarkan joke dengan membawa nama ArWi.

Yah, misalnya saja pas dulu jauh sebelum saya menikah, salah satu sepupu saya menanyakan kapan saya akan menikah, dan apakah saya sudah punya pacar atau belum, juga tak lupa menanyakan siapa pacar saya (ugghh.. so nosy!!). Saat itu saya jawab sekenanya saja, bahwa pacar saya namanya Ari Wibowo yang artis itu... Hahaha.. *mabok*

Atau bahkan ketika saya akhirnya menikah dengan suami saya, ketika mantan teman satu kos di Jogja menanyakan dengan siapa saya menikah, saya, melalui adik saya via sms, menjawab, "dengan Ari Wibowo" yang dengan polosnya dipercaya oleh si teman tadi. Dia benar-benar mengira nama suami saya adalah Ari Wibowo (tapi tentu saja dia tidak percaya saya benar-benar menikah dengan AW yang artis itu) :-p

Atau pada saat saya memuji ketampanan dua anak laki-laki saya (biasa kannnn.. ibu muji anak sendiri - harap maklum), saya tetap saja mengatakan bahwa mereka tampan seperti Ari Wibowo, bukan seperti bapaknya hahahhaha.. (semoga suamiku selalu diberi kesabaran karena punya istri begini wkwkwk).
Bahkan ketika hamil anak kedua pun, saya memajang foto ArWi di desktop PC di kantor supaya saya selalu melihat pemandangan yang indah hehehe...

Dan kesukaan saya terhadap ArWi diam-diam menimbulkan keinginan terpendam untuk bisa bertemu langsung dengan sang artis. Saya jadi membayangkan seperti apa kira-kira reaksi saya ketika benar-benar bertemu ArWi. Saya ingat cerita dua orang teman yang pernah bertemu langsung dengan ArWi dan melakukan kekonyolan tanpa sadar.

Siska, pernah tak sengaja bertemu dengan ArWi di bandara dan saking terpesonanya dia dengan kegantengan ArWi, tanpa sadar dia terus berjalan dan menabrak pintu kaca. Hahaha.. malu dehh..

Atau pengalaman Kris, yang bertemu ArWi di sebuah restoran saat dia masih SMA dengan rambur panjang dikepang dan masih bertampang dekil (begitu pengakuannya). Saat itu Kris terpesona dengan aroma parfum seseorang yang begitu lembut yang belakangan diketahui ternyata itu aroma parfum yang digunakan ArWi yang ternyata duduk tidak jauh darinya. Kris asyik menengok ke arah ArWi dan mengagumi ketampanannya (saat itu ArWi juga masih anak kuliahan deh kayaknya, masih imut-imut banget), tanpa sadar, entah bagaimana akhirnya Kris terjatuh dari kursi yang didudukinya. Gubraakkk...
Malunya minta ampun. Xixixixi...

Nah, pengalaman teman-teman itulah yang membuat saya kemudian mereka-reka, seperti apa jadinya jika saya benar-benar bertemu dengan ArWi.
Sampai suatu hari mimpi itu jadi kenyataan...

Saat itu saya sedang menonton show band kesayangan saya, KLa Project di Hard Rock Cafe Jakarta, having fun dengan teman-teman KLanese lainnya. Acara malam itu ternyata dihadiri pula Ira Wibowo dan Tamara Blezinsky dan beberapa orang terkenal lain yang tidak begitu saya kenal namanya. Melihat kehadiran mbak IrWi yang notabene istri mas Katon (sok akrab panggil mas hehe), saya melihat ada harapan bahwa saya mungkin akan bertemu adik ipar mas Katon tsb. Siapa tau ArWi datang juga untuk menonton show kakak iparnya itu. Menunggu cukup lama, tak ada tanda-tanda ArWi muncul. Saya pasrah.

Sampai akhirnya, Ari Wibowo benar-benar muncul di depan mata saya, mendatangi meja kakaknya, Ira Wibowo yang hanya berjarak setengah meter dari tempat saya untuk menyapa kakaknya tsb. Saya girang bukan kepalang, rasanya benar-benar seperti ketemu pacar, deg-degan! hahahah.. norak banget dehhhh... kayak baru liat artis ajah.
Kalo sama artis lain sih biasa, tapi ini Ari Wibowo, si ganteng yang namanya sering saya sebut dalam joke atau celotehan saya. Aaaaawwwwhhhh... Ariiiii...
Hahahahaha.. bikin malu aja neh :-p

Di bawah cahaya lampu remang-remang, wajah gantengnya tetap saja terpancar. Dia tinggi dan slim. Ihhh gemesss.. sayangnya ga sempet minta foto bareng, dia terlanjur gabung dengan teman-temannya di meja lain yang jaraknya sekitar 3 meter dari tempatku.

Another dreams come true, walopun norak, biarin. terserah saya donggg.. weeeekkkkkk... :-p

Jumat, 04 Desember 2009

Cerita Cinta

Saat ku KEMBALI ke YOGYAKARTA, ku TERKENANG akan ROMANSA kita berdua.
Saat itu aku hanyalah ANAK DARA yang terbang mencari PASANGAN JIWA.
Berharap menemukan BELAHAN JIWA untuk mengarungi hidup SATU KAYUH BERDUA.
Hatiku TAKLUK pada cintamu dan kita pun tak terpisahkan.


Namun, saat JARAK DUA KOTA memisahkan kita, dan PRAHARA mulai datang, maka TERPURUKKU DI SINI. Kau bilang BAIKNYA kita berpisah, meskipun kau juga bilang bahwa sesungguhnya kau TAK BISA KE LAIN HATI.
Kau ingin ku LEPASKAN mu.
Dan seketika LARA MELANDA jiwaku.

Kau bilang, semua TENTANG KITA akan menjadi SEBUAH RAHASIA kita berdua.
Kau peluk aku hangat di antara rintik GERIMIS, di atas PASIR PUTIH.
Kau bilang, “mari kita habiskan WAKTU TERSISA.
Aku akan selalu mencintamu, MESKI TLAH JAUH.”


Ku bilang, ‘BANTU AKU tuk lupakanmu, agar RINDU tak lagi datang.
Kuharap ada malaikat yang SUDI TURUN KE BUMI dan menyanyikan KIDUNG MESRA untuk kita berdua.
Tapi itu hanya SEANDAINYA.

Kau bilang padaku, SEMOGA ku bahagia.
Akan tercipta LAGU BARU yang kunyanyikan di LANTAI DANSA dengan kekasih yang baru.
Menjalin kembali RENTANG ASMARA tanpa PRASANGKA.
Merentas hidup menuju SAUJANA.


Saat kita JUMPA LAGI suatu hari nanti, kita akan saling menyapa “HEY, SALAMKU SAHABAT
Kini ku telah temukan PASANGAN JIWA sejati.
Yang akan kucintai SAMPAI MEMUTIH TULANG, bersama kami MENJEMPUT IMPIAN.
Dan nyatanya, kini ku sangat BAHAGIA TANPAMU.

Dedicated to my one and only beloved idol Katon Bagaskara and his KLa Project.
Inspired by my personal love story, meskipun tidak 100% begitu jalan ceritanya, cuma dipas-pasin aja sama judul lagunya. Wkwkwkwkwkwk… :D


Sekedar informasi, yang di highlite dan pake font gede itu adalah judul2 lagu nya KLa Project, sengaja gw susun sedemikian rupa dalam rangka menyambut GRAND REUNION CONCERT nya KLa Project hari ini, 4 Dec 09 nanti malam di Kempisnky Grand Indonesia.

Of course I will be there! Not gonna miss such a wonderful moment! Ah senangnya!


ini pic tiket konsernya,


(dan itu djempol gue yang keliatan nongol sedikit..hihihi)








Rabu, 28 Oktober 2009

Suami-suami yang baik hati

Bulan syawal ini banyak banget yang nikah. Ada satu keponakan, dan 3 temen kantor yang nikah di bulan ini, belum terhitung beberapa tetangga dan sodara jauh juga. Pokoknya musim kawin banget dahhh.. hihihi...

Congrats buat kalian semua ya. Semoga pernikahan kalian membawa kebahagiaan lahir dan batin, awet sampe ajal memisahkan. Amien.

Pagi ini ga sengaja ketemu Icha, seorang teman yang baru saja menikah seminggu yang lalu. Dengan berbinar-binar dia menceritakan kebahagiannya bersanding dengan si Aa (panggilan sayang dia ke suaminya yang orang Sunda). Dia bercerita betapa baik hatinya dan perhatiannya si Aa sebagai suami. Si Aa tidak sungkan untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang biasanya identik dengan tugas para wanita sebagai ibu atau istri. Sehingga kadang-kadang membuat dia merasa tidak enak hati ^_^.
Menurutnya, si Aa emang orangnya baik, sudah terlihat semenjak mereka berpacaran. Tapi semenjak menikah,kebaikan hatinya makin terlihat. Itu yang membuat Icha sangat bersyukur memiliki suami sebaik Aa.

"Kalo tau bisa sebahagia ini, aku nyesel deh, kenapa ga nikah dari dulu." ^_^

Penyesalan yang sama dengan yang aku punya. Hehehe....

Beberapa hari yang lalu aku dan hubby mengobrol tentang masa lalu, sambil tangannya memijit kakiku yang pegal ^_^ . Kadang-kadang kalo kami inget betapa banyak waktu, energi, pikiran, hati, dan materi yang dikorbankan untuk sang mantan kami masing-masing, rasanya nyesel banget.. Semua sia-sia, cuma capek doang...

"Coba kalo kita ketemunya dari dulu, trus nikah.. wahhh pasti anak kita dah gede kali ya.. trs kita bisa save lebih byk uang, dan bukannya menghaburkannya untuk nyenengin si mantan sialan yang ga tau diri itu." dan kami pun tertawa. Menertawakan kebodohan kami dulu. Hahaha...

It's very obvious that we feel lucky to have each other. I'm lucky to have him as my hubby, and he's lucky to have me as his wife. Owhhh.. co cwiiiiiittt... ^_^

Ga mau kalah dengan cerita Icha tentang hubby nya yang sangat nice itu, aku juga mo cerita sedikit tentang hubby ku yang tak kalah nice nya.

Hubby ku itu juga nice man. Seperti si Aa nya Icha, si Honey ini (or 'Hon' in short - that's how I call him :P), dia juga ga sungkan untuk ikut bantu kerjain kerjaan rumah tangga, termasuk belanja groceries sepulang ngantor, atau mijitin bininya pas lagi kecapekan, masuk angin atau pegal-pegal. Kebaikan hati dan perhatiannya sangat terlihat waktu aku hamil.

Makanya aku bilang ke Icha, "tunggu sampai kamu hamil, kamu akan lihat betapa dia (suami) akan rela untuk jadi pembantumu sekalipun, demi menjaga calon bayinya yg kamu kandung"
hehehehehehe.. lebay, but it's true ^_*.

Thanks buat para suami yang sudah berbaik hati membantu para istri mengurus rumah. Pengorbanan kalian is highly appreciated! Bravo!!

*thanks God for blessing me with the nicest hubby*

Senin, 22 Juni 2009

Jodie 1st birthday

June 20th 2009 was Jodie's 1st birthday. It was a 'wow' for us, the parents and the whole family.
Masya Allah. Ga trasa udah setahun berlalu semenjak hari di mana Jo dilahirkan.
My little adorable angel is now 1 year old! hahaha.. mungkin terdengar lebay, tp ya begitu deh, emang rasanya sangat wow buat aku sbg ibunya. Rasanya baru kemaren itu anak ada dalam perutku. Masih terbayang bagaimana dia menendang-nendang perutku dari dalam dengan kaki mungilnya. Masih terngiang tangis pertamanya saat dia hadir di dunia.
What a wonderful feeling... How lucky I was to experience those beautiful moments..

Anyway, sebagai rasa syukur kami akan nikmat kesehatan dan semua kebahagiaan yang dianugerahkan kepada kami atas hadirnya Jodie di keluarga kami, kami mengadakan sedikit syukuran. Bukan pesta ulang tahun, cuma syukuran.
Jadi kami dari jauh hari sudah menyiapkan goodie bag berisi bermacam-macam snack untuk dibagikan kepada anak-anak kecil tetangga kami. Iya, cuma untuk anak kecil, karena yang ultah juga kan masih baby..

Ada 70 goodie bag yang kami bagikan.
Kami tidak mengundang anak-anak itu untuk datang ke pesta ultah Jo, karena kami tidak mau terlalu repot menyiapkannya, dan tentunya budget juga akan sangat membengkak jika kami adakan pesta. Ada beberapa orang yang menyarankan kami untuk mengadakan pesta saja supaya Jo dapet kado tp kami menolak. Biarkan saja, niat kami toh untuk syukuran ajah, bukan cari kado. Kalo emang rejeki, pasti ada saja kado yang dateng buat Jodie, dan itu terbukti. Pagi ini, barusan saja ada salah satu teman kantor yang inform via YM bahwa dia dah kirim kado buat Jodie. Tadinya aku kira dia kirim kado virtual saja via FB, tp ternyata kado beneran yang dia kirim. Hahaha.. thanks banget to Ci Mey!

Akhirnya hari sabtu kemaren kami minta bantuan salah satu tetangga kami untuk pergi membagikan goodie bag tersebut untuk anak-anak tetangga kami sesuai list yang kami berikan.
Aku yakin anak-anak itu pasti seneng dikasih kue, dan para ibu mereka jg pasti seneng karena ga perlu kasih uang jajan sementara waktu buat anak-anak mereka. hehehe..
Ya walaupun sedikit, tp kami cukup senang bisa berbagi sedikit kebahagiaan dengan mereka.

Happy birthday ya, nak. Semoga kamu tumbuh sehat, jadi anak pinter dan soleh, berbakti sama orang tua dan bisa membuat bangga kami sbg orang tua. Semoga Allah selalu menjaga langkahmu di dunia. Doa kami selalu bersamamu, nak. Love u, son..

Jumat, 12 Juni 2009

Udang Goreng Mentega Ala Chef Lili :D

Tiga hari yang lalu sepulang kerja aku mampir ke Gramedia Jameson untuk hunting buku. Tak sengaja aku lihat buku resep masakan nusantara yg ditulis the famous ibu Siska Suwitomo. Terus aku bolak-balik sebentar untuk mencari ide masakan apa yang kira-kira gampang dimasak. Dan aku menemukan menu yang bagiku oke karena sepertinya gampang, murah dan pastinya lezat. "Worth a try" pikirku. Akhirnya sepulang dari Gramedia aku mampir ke Superindo yang ada satu lantai di bawah Gramedia dan belanja kebutuhan untuk masak esok hari (soalnya pulang telat, jadi kalo masak hr itu juga udah kecapekan dan kelamaan, mending beli mateng aja).

Resep yang aku mau coba praktekin adalah Udang Goreng Mentega.
Sounds great, huh?? Dari namanya, bukan berarti udangnya cm digoreng pake mentega begitu aja terus udahan.. bukan.. sama sekali bukan begitu..
Sebenernya lumayan banyak printilannya.
Aku coba googling untuk liat resep udang goreng mentega karena aku lupa-lupa inget sm resep yang aku baca di Gramedia (aku ga beli bukunya, mahal :P).
Resepnya ternyata beda2, bikin binun.. tapi intinya sih sama.
Akhirnya sih aku putuskan untuk pake kreasi sendiri sambil harap2 cemas. Hihihi..

...dan setelah berkutat dengan udang goreng setengah mateng yang sudah dibelah punggungnya, beserta tumisan bawang bombay dan bawang putih, dengan ditemani 3 jenis kecap; kecap manis, kecap asin, dan kecap inggris, serta 3 sendok mentega, sedikit lada bubuk dan secuil garam, dan tak lupa seember cinta di dada (biar masakannya enak, jd masaknya pake cinta), akhirnya jadilah semangkuk masakan istimewa nan lezat persembahan Chef Lili yang berjudul "Udang Goreng Mentega bumbu Cinta" huahahahhahhaha...

Buat menemani makan udang ini, aku juga masak cah Kangkung Tauco yang tak kalah yummie..
Bangga dan haru menyeruak di dada karena satu misi terlaksana... (hahahhahaha.. lebayyyyyyyyy)
Kesannya hebat bgt deh.. krn biasanya kan kalo masak udang paling banter digoreng biasa atau goreng tepung doang. Nah ini.. judulnya aja hebat.. udang goreng mentega... hahahaha...

Eh, btw, bukan cuma aku sih yg bilang kalo masakanku tadi itu enak, tp suamiku juga setuju bahwa masakan udang dan kangkungku itu enak, mirip yg di warung sifud. hihihihi... semoga dia beneran ngomong begitu, kalo gak nti rasain akibatnya.. hahaha..

Aku bertekad untuk lebih rajin lagi cobain masak makanan yang kira2 gampang dan lezat.
Memasak itu menyenangkan (kalo moodnya lagi dapet :P).
Dan kalo masakan kita enak, suami pasti tambah sayang... hehehe...
Semoga sukses buat aku! hahaha...

Selasa, 21 April 2009

Imuninasi IPD

Semalem kami pergi ke klinik mengatar Jodie untuk imunisasi IPD. Tepat di umur Jodie yang ke-10 bulan. hehehe.. udah gede yah.. ga kerasa..
Tiga hari sebelumnya kami (actually it was only me who called them) harus bikin appointment dulu untuk booking vaksin dan dokter anak juga.
Imunisasi IPD itu emang belom populer seperti imunisasi lain yg diwajibkan pemerintah. Bisa dibilang itu cuma optional ajah. Kalo mau ya silakan, nggak juga silakan, asal tanggung sendiri kalo ada apa2.
Walopun namanya optional, tapi tetep aja sifatnya penting bgt buat para balita untuk dapetin vaksinasi ini. Emang sih harganya muahal buangeddhh.. Makanya parents yang ga mampu untuk bayar vaksinasi IPD jadinya membiarkan anaknya untuk tetap tidak terjamah vaksin IPD tsb (mungkin sambil berdoa semoga anaknya baik-baik aja).
Minggu lalu waktu booking vaksin di klinik, si suster di sana bolak-balik telepon aku untuk konfirmasi tentang jadi/tidaknya aku ke sana. Karena vaksin di klinik itu tidak ready stock, dan mereka harus beli dulu di tempat lain. FYI, tidak ready stock ditengarai karena harganya yang muahal (buat orang biasa kayak aku), jadi klinik tsb hanya melayani upon request ajah.
Singkat cerita kami akhirnya harus mengeluarkan duit Rp. 1.120.000,- (satu juta seratus dua puluh ribu rupiah) untuk biaya imunisasi IPD. Biaya tsb utk membayar biaya vaksin seharga Rp.975 ribu dan sisanya untuk biaya dokter dan administrasi. Mahal yahhh??? Emberrrr...
Tadinya kirain HIB doang yg mahal (Rp. 300 rb), eh ternyata masih ada lagi yg jauh lebih mahal. Pfffhhhh.... Demi anak, apapun dijabanin deh.. Menurut dokter anak langganan kami, Jodie harus balik lagi 2 kali lagi untuk dapetin imunisasi yang sama.
Kalo belom tau soal imunisasi IPD, berikut ini info penting seputar imunisasi tsb yang diambil dari Pikiran Rakyat Online, Sabtu, 13 Desember 2008 .
Vaksinasi IPD (Invasive Pneumococcal Disease) pada balita bisa menurunkan tingkat prevalensi sebanyak 95%. Demikian diungkapkan oleh dokter Spesialis Anak Ariantana, dalam diskusi mengenai "Ibu dan Anak Sehat Bersama Santosa Kids Club" di RS Internasional Santosa Bandung, Sabtu (13/12).

IPD adalah vaksin untuk mencegah bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). Beberapa penyakit yang termasuk dalam golongan ini adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), infeksi darah (bakteremia), dan sepsis (kelanjutan infeksi darah yang mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh).
"Efek samping penderita yang sudah terkena bakteri ini hanya 2, yaitu kasus meninggal atau sembuh dengan gejala sisa," kata Ariantana. Gejala sisa tersebut seperti terhambatnya kecerdasan anak.

Untuk itu, balita sebaiknya diberikan vaksinasi penuh IPD sebanyak 3 kali, yaitu ketika berusia 2, 4, dan 6 bulan. "Dengan pemberian sebanyak 3 kali, vaksin ini bisa bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan dan menciptakan memori pada sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan terhindar dari serangan bakteri ini di kemudian hari," kata Ariantana.
Menurut Ariantana, tingkat kemungkinan anak-anak terjangkit bakteri ini adalah 30%. Sedangkan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 700.000 hingga 1 juta anak meninggal dunia tiap tahunnya karena IPD, terutama di negara-negara berkembang.

"Di Indonesia saja, ada 6 juta orang yang meninggal karena penyakit IPD setiap tahunnya," kata Ariantana. Sedangkan berdasarkan survei Departemen Kesehatan 2001 menyebutkan, pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia, dengan persentase mencapai 23 persen.